Statistik menunjukkan setidaknya satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria di atas usia 50 tahun menderita patah tulang akibat tulang yang lemah atau Osteoporosis. Pada penderita patah tulang pinggul, 33 persen dari mereka akan menjadi cacat secara fisik dan setidaknya satu diantara lima akan meninggal pada tahun berikutnya. Pada penderita yang lain, terjadi kenaikan resiko rasa sakit yang hebat, cacat jangka pendek atau panjang serta penurunan kualitas kehidupan, apabila tidak mendapatkan pengobatan medis. (Sumber: worldosteoporosisday.org)

Banyak orang berpendapat bahwa Osteoporosis terjadi pada saat usia mereka tua. Statistik menerangkan bahwa Osteoporosis bisa menyerang pada usia berapapun baik pria maupun wanita. Osteoporosis sering disebut ‘pencuri yang diam’ karena kerusakan tulang terjadi tanpa gejala dan baru diketahui apabila tulang tersebut telah retak. Informasi juga menerangkan bahwa pertahanan yang terbaik terhadap Osteoporosis adalah dengan membangun tulang yang kuat selama masa kanak-kanak dan remaja. (Sumber: Osteoporosis.ca: Osteoporosis Facts and Statistics)

Osteoporosis adalah penyakit yang berhubungan dengan kondisi jaring tulang. Perlu diketahui bahwa jaringan tulang adalah jaringan yang hidup. Setiap hari, pada tubuh orang dewasa, terjadi proses pengambilan sejumlah kecil mineral tulang yang disebut proses resorpsi dan juga proses penambahan mineral tulang baru yang disebut proses deposisi. Proses resorpsi dan proses deposisi ini harus seimbang jika kita ingin mempertahankan kekuatan tulang kita.

Keseimbangan antara resorpsi tulang dan deposisi tulang ditentukan secara umum oleh kegiatan dua jenis sel yaitu osteoclast dan osteoblast. Sel osteoclast bertugas untuk mengikis tulang yang sudah lama sedangkan sel osteoblast bertugas untuk membangun kembali bagian tulang tersebut. Apabila pengikisan terjadi lebih besar daripada pembangunan maka tulang akan melemah dan menjadi keropos atau yang disebut dengan Osteoporosis.

tulang keropos

Untuk mempertahankan kekuatan tulang dan menghindari masalah Osteoporosis, perlu diketahui dua faktor resiko yang memperbesar resikonya sebagai berikut:

  1. Faktor yang tidak bisa dikendalikan:
    • Bertambahnya usia.
    • Faktor keturunan. Resiko bertambah apabila orang tua atau kakek-nenek seseorang terkena Osteoporosis.
    • Pada wanita, resiko akan bertambah tinggi setelah Menopause.
    • Orang Eropa, Amerika dan Asia lebih beresiko terkena Osteoporosis.
    • Pada saat hamil atau menyusui, resiko meningkat diakibatkan kehilangan massa tulang yang cukup besar.
  2. Faktor yang bisa dikendalikan:
    • Kekurangan asupan kalsium dan Vitamin D.
    • Kekurangan asupan buah dan sayuran yang kaya vitamin dan mineral.
    • Kelebihan asupan garam dan kafein.
    • Kebiasaan hidup yang buruk seperti merokok.
    • Kurangnya olahraga.

Penting bagi kita untuk menekan pengaruh faktor risiko yang bisa diubah seperti tersebut di atas serta menyeimbangkan aktivitas osteoclast dan osteoblast.

Studi Tentang Propolis Untuk Osteoporosis

Studi memperlihatkan bahwa Propolis dapat membantu untuk merawat penderita tulang keropos. Propolis yang kaya dengan nutrisi untuk tulang dapat membantu proses pembangunan kembali tulang. Propolis mengandung semua vitamin (kecuali vitamin K) dan mineral (kecuali sulfur) yang penting dibutuhkan tubuh, mengandung 16 asam amino yang dibutuhkan untuk regenerasi sel, dan mengandung antioksidan tinggi untuk mencegah penyakit degeneratif. Kandungan Propolis tersebut dapat membantu membentuk tulang kuat. (Sumber: intisari-online.com).

Pada studi yang lain diperlihatkan bahwa Propolis membantu menyeimbangkan aktivitas osteoclast dan osteoblast. Senyawa aktif Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE) yang terkandung dalam Propolis akan berperan menekan aktivitas osteoclast untuk mengikis tulang serta mengurangi pelepasan mineral tulang ke dalam darah. Pada saat yang sama, kandungan Propolis tersebut meningkatkan aktivitas osteoblast membantu untuk meningkatkan kepadatan tulang. (Sumber: Journal of Cellular Physiology 221 (3): 642-649 dan ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22906401).

osteoporosis

Jahe Merah mengandung senyawa shogaol, gingerdiol, dan proanthocyanidin yang berperan sebagai senyawa aktif untuk mengurangi inflamasi sendi serta mengurangi rasa sakit yang disebabkan inflamasi sendi tersebut. (Sumber: ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12818355 dan ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20136450).

Terkait dengan banyak produk Propolis yang ada di pasaran, pilihlah produk Propolis yang berbentuk ekstrak dan bukan serbuk biasa, karena ekstrak akan mengandung lebih banyak zat aktif dan tidak membahayakan organ ginjal.

Memperkenalkan Sentafiton Kapsul – Kombinasi Ekstrak Herbal untuk Osteoporosis

Sentafiton Kapsul mengandung ekstrak Propolis dan Jahe Merah yang diformulasi secara ilmiah untuk perawatan kesehatan penderita Osteoporosis. Minum 2 kapsul di malam hari dan 1 kapsul di pagi hari, dan rasakan khasiatnya.

osteoporosis
Klik Gambar Sentafiton Kapsul untuk Membeli Sekarang!

 

Beli Produk untuk Sendi dan Tulang di Lazada!